Cara mengembalikan akun Facebook yang dibajak


Hampir semua sosial media rawan dibajak/ diretas
3 celah keamanan Menurut Rosen, peretasan ini dilakukan melalui eksploitasi tiga celah (bug) pada Facebook sejak 2017 lalu.

Yang paling pertama ditemukan adalah celah pada “View As”, yakni fitur privasi untuk melihat seperti apa profil mereka di mata orang lain.

Gara-gara celah ini, peretas kemudian bisa mencuri token akses untuk menguasai akun pengguna.



Token akses ini sifatnya seperti kunci digital yang menjaga pengguna dalam keadaan logged in sehingga tak perlu berulang kali memasukkan username dan password.

Celah kedua terdapat pada tool pengunggah video pada Facebook, sebagai tindak lanjut dari celah pertama.

Gara-bara celah ini, pengguna terdorong mengunggah video ulang tahun padahal dalam kondisi View As.

Normalnya, pengguna tak bisa melakukan aksi apa-apa ketika dalam keadaan View As. Hal ini kemudian mendorong munculnya celah ketiga.

Celah ketiga lebih rumit, karena ketika pengunggah video muncul pada View As, token akses bukan lagi dimiliki pengguna sebagai pelihat (viewer).

Token akses bisa pula diakses oleh orang yang disimulasikan pada View As. “Kombinasi dari tiga celah ini yang menjadi kelemahan dan dimanfaatkan peretas,” kata Guy Rosen.

 Langkah antisipasi Facebook mengambil tindakan cepat dengan mereset token akses pada 90 juta akun, terbagi atas 50 juta akun yang terdampak dan 40 juta akun yang rentan.

Bacalah ;




Fitur VIew As pun untuk sementara dimatikan selama masa penyelidikan. Hingga kini, penyelidikan terus digencarkan.

Facebook belum bisa mengidentifikasi siapa peretas yang memanfaatkan celah dan di mana basis mereka.

Layanan yang didirikan Mark Zuckerberg ini juga meminta maaf kepada seluruh pengguna.

Menurut Facebook, pihaknya menjunjung tinggi keamanan pengguna dan akan terus berupaya meningkatkan layanannya


Nara sumber ;
Akses Facebook


Bacalah

Post a comment

0 Comments